12 Januari 2009

Jeritan Hati Seorang Hamba


Bila aku menangis lagi …menangisi dosa-dosa lalu ….
Kini kuinsafi diri…ya Allah,
Kumohon pada-Mu keampunan …menangis sendiri..
Apakah taubatku diterima….
Sungguh janji Allah itu benar …
Tapi hati tetap resah apakah taubatku diterima…

Aku coba meyakini diri tapi setelah kutengok diri ini ….
Aku menangis lagi…
Terlalu sedikit kebajikan …..
Apakah ada naungan untukku di padang mahsyar….
Apakah tangan kananku mendapat kehormatan…
Apakah terlepas dari timbangan al-mizan…
Apakah mudah bagiku melalui titian sirat-Mu ya Allah….
Bagaimanakah nasibku ya Allah …..
Pada-Mu Allah ,keampunan ….rahmah….dan keridhoan…

Demi Allah yang menguasai jiwaku,
Demi Allah yang menguasai hidup matiku ,
Demi Allah yang mencintai setiap mahkluk-Nya.
Kembalilah engkau wahai diriku pada-Nya dengan hati yang lapang,
dan akur dengan kekuasaan dan keagungan-Nya.
Pulanglah engkau wahai diriku pada Allah, demi janji-janjiNya yang indah dan benar.

Demi dosa yang kulakukan, demi setiap titik noda yang kubuat,
Hanya rahmat dan keampunan Allah yang dapat meringankan beban,
Dan melapangkan dada.
Kembalilah wahai diriku….

Ya Allah yang Maha Penyayang ,
Terimalah aku ,hamba-Mu yang telah tersesat jauh ini.
Terangilah jalan langkah kakiku dengan cahaya hidayah-Mu.
Setiap saat, setiap detik, setiap masa, sepanjang hayat, hingga sampai kepada keridhoan-Mu.
Aamiin
Ya Arhamarrahimiin……
Irhamna birohmatik…..

1 komentar:

  1. Dear...

    Yakinlah...

    QS39 Az Zumar:
    53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    54. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).
    55. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,
    56. supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah ),
    57. atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa'.
    58. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik'

    BalasHapus