11 Juni 2009

Kaca-kaca Berdebu


Sayang,,,
Dunia ini sangat singkat
Kehidupan Dunia ini KERAS
Maka, butuh perjuangan yang keras pula
Banyak godaan yang akan menggoda & membawa kita melenceng dari jalan yang benar
Banyak hambatan dan rintangan yang mengganggu langkah kita
Banyak duri-duri tajam yang siap menusuk kaki kita

Sayang,,,
Jika kita terlena
Jika kita tak mencoba tuk menghitung nikmat_NYA
Jika kita hanya menuruti nafsu belaka
Jika visi kedepan kita hanya terbatas pada apa yang bisa kita lihat saja
Jika visi kedepan kita hanya pendek sependek fikiran kita
Jika tujuan kita hanyalah gemerlapnya kehidupan dunia yang pendek ini saja
Jika tujuan kita hanyalah sekedar pujian dari bibir-bibir manusia rendahan
Jika harapan kita hanyalah kesenangan sesaat
Jika ketakutan kita hanyalah pada cemoohan manusia sesat
Jika semua itu menjadi pemicu kita dalam berbuat dan bertindak

Sayang,,,
Maka,,, mari kita segera sadari
Ada ALLAH yang patut lebih kita harapkan rahmat dan kasih sayang_NYA
Ada ALLAH yang patut lebih kita takuti siksa-NYA
Perjalanan ini hanyalah sangat dan sangat singkat
Kemarin baru saja kita lalui
Kini semuanya pergi
Tinggallah saat ini
Kita tidak tahu
Apakah kemarin kita telah berbuat benar sesuai anjuran ALLAH
Apakah kemarin kita telah berbuat benar sesuai aturan ALLAH
Apakah kemarin kita telah berbuat benar sesuai hukum ALLAH
Apakah kemarin kita telah berbuat benar dengan IKHLASH

Maka,,,,
Hari ini mari kita awali dengan sebuah niat
Kita mohon kepada ALLAH
Agar menuntun kita tuk berjalan lurus pada jalur_NYA
dengan ke-IKHLASH-an hanya mengabdi pada_NYA
dengan ke-IKHLASH-an hanya berbakti pada_NYA

Sayang,,,
Belaian angin yang mendesir dipunggung kita adalah karunia_NYA

Maka lihatlah,,,
betapa kita masih jauh lebih banyak menerima nikmat daripada mereka
mereka merintih dalam kedinginan
mereka merintih dalam hati karena lapar
Kemarin adalah mimpi yang telah berakhir
Semoga hari ini menghasilkan timbangan baik yang berat
sebagai bekal kita,,, saat menghadap kepada_NYA

04 Juni 2009

Perjalananku masih panjang...


Tempat ini adalah salah satu dari sekian banyak impian di benakku. Aku selalu ingin mempertahankannya, tapi sering aku merasa aku tak mampu melakukannya. Terlalu berat bagiku untuk mempertahankan semua ini dengan kemampuanku yang terbatas.

Saat ini mungkin yang bisa aku lakukan hanya berusaha mencoba semampuku, melakukan apa yang dapat aku lakukan saat ini.

Aku sadar, perjuanganku masih panjang. Dan terlalu cepat bagiku untuk menyerah dan putus asa saat ini. Ini hanyalah bagian terkecil dari sekian banyak hal yang harus aku hadapi di masa depanku yang telah menungguku di depan sana.

Jalan masih terbentang luas dan panjang dihadapanku. Jika aku menyerah dan putus asa saat ini, aku tidak akan tau ada apa di depan sana. Janjiku, Aku akan menyelesaikan semua ini dengan semua kemampuan yang aku miliki. Karna aku percaya, Allah tak akan memberikan aku cobaan yang aku tak dapat menyelesaikannya.

Karna itu aku percaya aku akan sampai di tempat tujuanku...
My final destination..........

23 Januari 2009

Ketabahan


Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"

Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"

Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"

Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:

"Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:

"Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."

Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

16 Januari 2009

Terkadang


"Kadangkala ALLAH hilangkan sekejap matahari
Kemudian DIA datangkan kilat dan guruh
Puas kita menangis,mencari dimana matahari
Rupanya ALLAH menghadiahkan kita PELANGI..."

no more time


have no more time is a good reason
cause we have only 24 hours each day
but the importand thing
is how to use it efficiently

15 Januari 2009

Just be your self


To be who you are
is to be enough.
To share who you are
is to share enough.
To do what you love
is to do enough.
There is no race to win,
and nothing to be proven,
only dreams to benurtured,
a self to be expressed,
and love to be shared.

Never doubt your worth,
and always knoe
without any doubt,
that you are truly valued

12 Januari 2009

Jeritan Hati Seorang Hamba


Bila aku menangis lagi …menangisi dosa-dosa lalu ….
Kini kuinsafi diri…ya Allah,
Kumohon pada-Mu keampunan …menangis sendiri..
Apakah taubatku diterima….
Sungguh janji Allah itu benar …
Tapi hati tetap resah apakah taubatku diterima…

Aku coba meyakini diri tapi setelah kutengok diri ini ….
Aku menangis lagi…
Terlalu sedikit kebajikan …..
Apakah ada naungan untukku di padang mahsyar….
Apakah tangan kananku mendapat kehormatan…
Apakah terlepas dari timbangan al-mizan…
Apakah mudah bagiku melalui titian sirat-Mu ya Allah….
Bagaimanakah nasibku ya Allah …..
Pada-Mu Allah ,keampunan ….rahmah….dan keridhoan…

Demi Allah yang menguasai jiwaku,
Demi Allah yang menguasai hidup matiku ,
Demi Allah yang mencintai setiap mahkluk-Nya.
Kembalilah engkau wahai diriku pada-Nya dengan hati yang lapang,
dan akur dengan kekuasaan dan keagungan-Nya.
Pulanglah engkau wahai diriku pada Allah, demi janji-janjiNya yang indah dan benar.

Demi dosa yang kulakukan, demi setiap titik noda yang kubuat,
Hanya rahmat dan keampunan Allah yang dapat meringankan beban,
Dan melapangkan dada.
Kembalilah wahai diriku….

Ya Allah yang Maha Penyayang ,
Terimalah aku ,hamba-Mu yang telah tersesat jauh ini.
Terangilah jalan langkah kakiku dengan cahaya hidayah-Mu.
Setiap saat, setiap detik, setiap masa, sepanjang hayat, hingga sampai kepada keridhoan-Mu.
Aamiin
Ya Arhamarrahimiin……
Irhamna birohmatik…..