23 Januari 2009

Ketabahan


Pada zaman dahulu ada seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu,tidak lain kerana itu pasti kerana tidak pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu ?"

Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban, dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing ?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?"

Lalu disuruh adiknya baring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencari anaknya itu sehingga mati kehausan dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu ?"

Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi,:

"Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil keksaihnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya."

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Kerana itu Rasulullah s.a.w bersabda,:

"Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang."

Dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

16 Januari 2009

Terkadang


"Kadangkala ALLAH hilangkan sekejap matahari
Kemudian DIA datangkan kilat dan guruh
Puas kita menangis,mencari dimana matahari
Rupanya ALLAH menghadiahkan kita PELANGI..."

no more time


have no more time is a good reason
cause we have only 24 hours each day
but the importand thing
is how to use it efficiently

15 Januari 2009

Just be your self


To be who you are
is to be enough.
To share who you are
is to share enough.
To do what you love
is to do enough.
There is no race to win,
and nothing to be proven,
only dreams to benurtured,
a self to be expressed,
and love to be shared.

Never doubt your worth,
and always knoe
without any doubt,
that you are truly valued

12 Januari 2009

Jeritan Hati Seorang Hamba


Bila aku menangis lagi …menangisi dosa-dosa lalu ….
Kini kuinsafi diri…ya Allah,
Kumohon pada-Mu keampunan …menangis sendiri..
Apakah taubatku diterima….
Sungguh janji Allah itu benar …
Tapi hati tetap resah apakah taubatku diterima…

Aku coba meyakini diri tapi setelah kutengok diri ini ….
Aku menangis lagi…
Terlalu sedikit kebajikan …..
Apakah ada naungan untukku di padang mahsyar….
Apakah tangan kananku mendapat kehormatan…
Apakah terlepas dari timbangan al-mizan…
Apakah mudah bagiku melalui titian sirat-Mu ya Allah….
Bagaimanakah nasibku ya Allah …..
Pada-Mu Allah ,keampunan ….rahmah….dan keridhoan…

Demi Allah yang menguasai jiwaku,
Demi Allah yang menguasai hidup matiku ,
Demi Allah yang mencintai setiap mahkluk-Nya.
Kembalilah engkau wahai diriku pada-Nya dengan hati yang lapang,
dan akur dengan kekuasaan dan keagungan-Nya.
Pulanglah engkau wahai diriku pada Allah, demi janji-janjiNya yang indah dan benar.

Demi dosa yang kulakukan, demi setiap titik noda yang kubuat,
Hanya rahmat dan keampunan Allah yang dapat meringankan beban,
Dan melapangkan dada.
Kembalilah wahai diriku….

Ya Allah yang Maha Penyayang ,
Terimalah aku ,hamba-Mu yang telah tersesat jauh ini.
Terangilah jalan langkah kakiku dengan cahaya hidayah-Mu.
Setiap saat, setiap detik, setiap masa, sepanjang hayat, hingga sampai kepada keridhoan-Mu.
Aamiin
Ya Arhamarrahimiin……
Irhamna birohmatik…..